ANALISIS POIN-POIN SEJARAH; MENGIDENTIFIKASI HARI LAHIR GERAKAN PRAMUKA ?

Gerakan Pramuka merupakan peleburan dari berbagai organisasi kepanduan di masa lampau. Dalam literatur sejarah, tidak pernah disebutkan secara spesifik kapan Gerakan Pramuka dilahirkan ataupun dibentuk, sehingga perayaan ulang tahunnya tidak pernah diperingati karena tidak ada kejelasan tentang hari lahir organisasi kepanduan tersebut. Hal itu dise...babkan oleh rentetan proses yang begitu panjang dalam pembentukan Gerakan Pramuka mengakibatkan sulitnya mengidentifikasi momen lahirnya Gerakan Pramuka secara tepat.
Merujuk pada sejarah pembentukan Gerakan Pramuka di masa lalu dimulai pada waktu terjadinya penjamuran organisasi kepanduan dengan berbagai aliran yang mengkhawatirkan kedaulatan negara sehingga MPRS melakukan upaya peleburan yang direalisasikan dalam bentuk TAP MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana sekaligus menjadi gerbang lahirnya Gerakan Pramuka. Dalam ketetapan tersebut dijelaskan pada Pasal 741 bahwa pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana pemerintah untuk mendirikan Pramuka. Oleh karena dasar tersebut pada tanggal 9 Maret 1961 Presiden Ir. Soekarno mengumpulkan tokoh-tokoh kepanduan di istana negara lalu mendeklarasikan melalui pidatonya bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti serta seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Momen ini lebih dikenal sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka.
Menindaklanjuti pidato presiden, terbitlah Kepres RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono. Panitia inilah yang kemudian mengodok Anggaran Dasar Gerakan Pramuka hingga pada tanggal 20 Mei 1961 diterbitkannya Keputusan Presiden R.I Nomor 238, tentang Gerakan Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja
Dalam Kepres No. 238 Tahun 1961 menetapkan bahwa Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Hingga akhirnya pada tanggal 30 Juli 1961 di Istora senayan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia menyatakan dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari IKRAR Gerakan Pramuka.
Tanggal 14 Agustus 1961 menjadi momentum yang begitu dikenal para pandu Indonesia hingga saat ini karena pada momen tersebut Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia. Presiden dihadapan lebih dari 1000 anggota Gerakan Pramuka melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara lalu menyerahkan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia sesuai yang telah diatur oleh Surat Keputusan Presiden No.448 Tahun 1961 yang diterima oleh Ketua Kwartir Nasional pertama, Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Setelah itu dilanjutkan dengan pawai pembangunan, defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta. Momen tersebut lebih dikenal sebagai Hari Pramuka yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.
Menganalisis Hari Lahir Gerakan Pramuka
Sejarah telah mendeskripsikan rentetan proses pembentukan Gerakan Pramuka yang begitu panjang, namun tidak pernah disebutkan secara spesifik momentum Hari Lahir Gerakan Pramuka. Oleh karena itu perlu adanya analisis yang kuat dalam mengkaji rentetan sejarah sehingga dapat mengidentifikasi dengan jelas Hari Lahirnya Gerakan Pramuka. Pertama, Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 pada Pasal 741 disebutkan bahwa pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka. Artinya Gerakan pramuka masih dalam rencana pembentukan dan belum dilahirkan. Kedua, pidato Presiden Ir. Soekarno tanggal 9 Maret 1961 menggunakan kata rencana peleburan organisasi kepanduan menjadi Pramuka sehingga dapat dimaknai bahwa Gerakan Pramuka belum lahir. Ketiga, Penerbitan Surat Keputusan Presiden No. 238 Pada tanggal 20 Mei 1961 yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan menjadi tanda bahwa Gerakan Pramuka telah diakui keberadaannya secara yuridis karena telah mendapatkan legitimasi oleh negara. Keempat, para wakil kepanduan indonesia menyatakan bersedia meluburkan diri di Gerakan Pramuka pada tanggal 30 Juli 1961 setelah adanya Gerakan Pramuka. Kelima, Penyampaian anugerah tanda penghargaan dan penyerahan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia dari presiden RI ke Ketua Kwarnas pada tanggal 14 Agustus 1961 yang merupakan momen berbahagia dimana Gerakan Pramuka diperkenalkan di seluruh Indonesia.

14 Agustus Hari Lahir Gerakan Pramuka?
Stigma yang berkembang tentang hari lahirnya Gerakan Pramuka jatuh pada tanggal 14 Agustus yang diulangtahunkan tiap tahunnya mengalami distorsi, karena jika dianalisis dan dicermati dengan seksama tanggal 14 Agustus 1961 dalam catatan sejarah hanya disebutkan sebagai Hari Pramuka, Bukan Hari Lahir Gerakan Pramuka. Oleh sebab itu merujuk dari rentetan sejarah yang panjang maka dapat diambil kesimpulan bahwa hari lahir Gerakan Pramuka jatuh pada tanggal 20 Mei 1961 bertepatan dengan diterbitkannya Kepres No. 238 tentang Gerakan Pramuka dengan menggunakan pendekatan legitimasi yuridis atau pengakuan secara hukum oleh negara.
Penerbitan Kepres No.238 tentang Gerakan Pramuka harusnya dijadikan sebagai momentum Lahirnya Gerakan Pramuka yang jatuh pada tanggal 20 Mei 1961. Namun entah pertimbangan apa sehingga dalam sejarah tidak disebutkan secara jelas hari lahirnya Gerakan Pramuka dan 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Pramuka yang tiap tahunnya diperingati. Akan tetapi ada indikasi bahwa pergeseran penetapan hari peringatan Gerakan Pramuka sengaja dilakukan dengan pertimbangan bahwa tanggal 20 Mei bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional sehingga untuk menghindari peringatan momen besar nasional secara bersamaan maka hari peringatan Gerakan Pramuka digeser hingga tanggal 14 Agustus dengan mengambil momen pengenalan Gerakan Pramuka secara nasional dan penyerahan panji Gerakan Pramuka dari Presiden ke Ketua kwarnas, sehingga momen tersebut diberi nama Hari Pramuka karena untuk dikatakan sebagai peringatan Hari Lahirnya Gerakan Pramuka sangat tidak relevan lagi jika merunut poin-poin kesejarahan yang ada. Akan tetapi, penentuan hari lahir Gerakan Pramuka dikembalikan dari sudut pandang bagaimana seseorang mengkaji dan menganalisis rentetan sejarah secara mendalam. Ada kemungkinan terjadi perbedaan interpretasi pada setiap individu dalam menentukan Hari Lahir Gerakan Pramuka berdasarkan pendekatan yang digunakannya. (aR)

*share pemikiran dgn Penulis (Kak Ardiansyah Jasman = Anggota UKM Pramuka UNM Makassar)
Racana Ranggong Dg Romo & Opu Dg Risadju
Gugusdepan 10.071-10.072 Universitas Negeri Makassar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BP Memorial

Made Image Of 'Creative'

SASARAN DIBENTUKNYA SAKA KENCANA ?